Sofa yang tepat adalah sofa yang ukurannya pas dengan ruangan, bahannya cocok dengan kebiasaan penghuni, dan rangkanya kuat untuk dipakai bertahun-tahun. Sebagai furnitur terbesar dan paling sering dipakai, salah pilih sofa bisa bikin ruangan sesak atau sofa cepat kempis. Yuk, simak jenis, ukuran, bahan, cara merawat, hingga rekomendasi sofa INFORMA berikut ini, Sobat INFORMA!
Apa Itu Sofa?
Sofa adalah tempat duduk empuk berlapis busa dan kain atau kulit yang muat untuk dua orang atau lebih, lengkap dengan sandaran punggung dan umumnya sandaran tangan. Kata ini berasal dari bahasa Arab suffa yang berarti bangku berlapis bantal, dan di Indonesia sering juga disebut kursi tamu atau sofa ruang tamu.
Selain untuk duduk, sofa berperan sebagai titik fokus ruangan. Posisi, warna, dan ukurannya ikut menentukan layout ruang tamu atau ruang keluarga, jadi wajar kalau sofa biasanya jadi furnitur pertama yang dipilih sebelum meja, karpet, dan dekorasi lainnya.
Jenis-Jenis Sofa yang Perlu Sobat INFORMA Tahu

Ada tujuh jenis sofa yang paling umum ditemui, dan masing-masing cocok untuk ukuran ruangan serta kebiasaan yang berbeda.
1. Sofa 1, 2, dan 3 Dudukan (Seater)
Ini jenis paling klasik yang dibedakan dari jumlah dudukannya. Sofa 2 dudukan pas untuk apartemen atau ruang tamu mungil, sementara sofa 3 dudukan cocok untuk keluarga yang sering kumpul. Sofa 1 dudukan atau armchair biasanya dipakai sebagai pelengkap.
2. Sofa L (L-Shape atau Sectional)
Sofa L memanfaatkan sudut ruangan sehingga kapasitas duduknya besar tanpa makan banyak area tengah. Banyak model sectional bisa dibongkar pasang, jadi posisi sudutnya bisa dipindah ke kiri atau kanan sesuai layout.
3. Sofa Bed
Sofa bed bisa dibuka menjadi kasur dengan cara ditarik, dilipat, atau diturunkan sandarannya. Pilihan ini ideal untuk rumah tanpa kamar tamu atau ruang multifungsi yang kadang dipakai menginap.
4. Sofa Recliner
Sandaran dan pijakan kaki sofa recliner bisa direbahkan, baik manual maupun elektrik. Cocok untuk ruang keluarga atau home theater karena posisi duduknya bisa disetel untuk santai berjam-jam.
5. Sofa Chaise dan Daybed
Chaise punya dudukan memanjang untuk selonjoran, sedangkan daybed berbentuk seperti dipan tanpa sandaran tinggi. Keduanya sering dipakai di sudut baca atau kamar tidur.
6. Sofa Modular
Sofa modular terdiri dari beberapa modul terpisah yang bisa disusun ulang menjadi bentuk lurus, L, atau U. Fleksibel untuk Sobat INFORMA yang suka gonta-ganti tata letak atau berencana pindah rumah.
7. Sofa Chesterfield
Ciri khasnya jahitan kancing (tufted), sandaran dan lengan setinggi sama, serta lengan melengkung. Model ini memberi kesan klasik dan mewah, cocok sebagai statement piece.
8. Sofa Arab (Majlis)
Sofa Arab mengusung gaya majlis Timur Tengah, dengan dudukan tebal dekat lantai serta bantal sandaran yang disusun mengikuti dinding. Model ini enak untuk duduk lesehan dan menerima banyak tamu sekaligus, cocok untuk ruang keluarga saat momen kumpul seperti Lebaran.
Panduan Memilih Sofa yang Tepat

Cara memilih sofa yang tepat adalah mengukur ruangan dulu, lalu menyesuaikan bahan, rangka, busa, dan warna dengan gaya hidup penghuni rumah. Enam faktor di bawah ini bisa Sobat INFORMA pakai sebagai panduan sebelum membeli.
1. Ukur Ruangan dan Akses Masuk
Idealnya, lebar sofa sekitar dua pertiga dari panjang dinding tempat sofa diletakkan, supaya ruangan tetap terasa lega. Sisakan jarak 45โ50 cm antara sofa dan meja kopi, serta jalur lalu lalang minimal 75โ90 cm. Jangan lupa ukur juga lebar pintu, lorong, dan tangga, karena sofa yang pas di ruangan belum tentu muat lewat pintu.
2. Kenali Ukuran Standar Sofa
Secara umum, sofa 2 dudukan memiliki lebar sekitar 140โ170 cm, sofa 3 dudukan sekitar 180โ220 cm, dan sofa L bisa mencapai 250 cm atau lebih di sisi panjangnya. Untuk kenyamanan, cari tinggi dudukan 40โ45 cm dan kedalaman dudukan 50โ60 cm. Dudukan yang lebih dalam enak untuk selonjoran, sementara yang lebih dangkal cocok untuk duduk tegak saat menerima tamu.
3. Pilih Bahan Pelapis Sesuai Kebiasaan
Kain fabric terasa sejuk dan pilihannya banyak, cocok untuk iklim tropis Indonesia. Velvet memberi kesan mewah tapi perlu perawatan lebih rutin. Kulit asli awet dan makin cantik seiring waktu, sedangkan kulit sintetis (PU leather) lebih terjangkau dan mudah dilap. Kalau di rumah ada anak kecil atau anabul, pertimbangkan kain yang tahan noda atau bersarung lepas pasang supaya mudah dicuci.
4. Cek Kualitas Rangka
Rangka adalah tulang punggung sofa. Rangka kayu solid yang sudah dikeringkan (kiln-dried) atau rangka logam cenderung lebih kokoh dibanding papan partikel. Coba angkat salah satu ujung sofa sekitar 10 cm, kalau ujung lainnya ikut terangkat tanpa bunyi berderit, artinya rangkanya cukup kaku dan kuat.
5. Perhatikan Kepadatan Busa
Busa dengan kepadatan lebih tinggi lebih tahan kempis, biasanya busa dudukan yang baik memiliki densitas di atas 30 kg/mยณ. Tekan dudukan dengan telapak tangan lalu lepaskan, busa berkualitas akan kembali ke bentuk semula dalam beberapa detik. Beberapa sofa juga memakai per atau pocket spring di bawah busa untuk sokongan ekstra.
6. Sesuaikan Warna dan Gaya Ruangan
Warna netral seperti abu-abu, beige, atau krem paling mudah dipadupadankan dan bikin ruangan terlihat lebih luas. Kalau mau ruangan terasa lebih hidup, sofa berwarna bold bisa jadi statement piece asalkan dinding dan dekorasi lainnya dibuat lebih kalem. Untuk gaya minimalis, pilih sofa berkaki tinggi agar lantai di bawahnya terlihat dan ruangan terasa lapang.
Rekomendasi Sofa INFORMA untuk Setiap Kebutuhan

Setelah tahu jenis dan cara memilihnya, saatnya cari sofa yang paling pas buat rumahmu. Berikut rekomendasi sofa INFORMA berdasarkan ukuran ruangan dan kebutuhan penghuninya.
1. Rekomendasi Sofa 2 Dudukan untuk Apartemen dan Ruang Tamu Mungil
Untuk ruang tamu berukuran sekitar 3 x 3 meter atau unit apartemen, sofa 2 dudukan adalah pilihan paling aman. Desainnya ringkas dengan lengan tipis, jadi area duduk tetap lega tanpa memakan banyak tempat.
Kaki sofa yang tinggi bikin lantai di bawahnya terlihat, sehingga ruangan terasa lebih lapang dan mudah dibersihkan. Padukan dengan meja kopi bundar dan karpet kecil untuk tampilan minimalist yang hangat.
2. Sofa L (Sectional) untuk Keluarga yang Hobi Kumpul
Sofa L cocok untuk ruang keluarga yang punya sudut kosong dan penghuni lebih dari tiga orang. Bentuknya memanfaatkan sudut ruangan, jadi kapasitas duduk bertambah tanpa mengorbankan area tengah untuk bermain atau lalu lalang.
Sisi chaise-nya enak buat selonjoran sambil nonton film akhir pekan. Pilih model dengan posisi sudut yang bisa ditukar kiri atau kanan, supaya tetap bisa dipakai kalau suatu hari layout ruangan berubah.
3. Sofa Bed untuk Rumah Tanpa Kamar Tamu
Kalau saudara atau teman sering menginap tapi rumah nggak punya kamar tamu, sofa bed adalah jawabannya. Siang hari jadi sofa ruang tamu, malam hari tinggal dibuka menjadi kasur dalam hitungan detik.
Mekanisme lipatnya dirancang mudah dioperasikan, jadi nggak perlu tenaga ekstra. Cocok juga untuk ruang kerja di rumah yang sesekali difungsikan sebagai kamar.
4. Sofa Recliner untuk Ruang TV yang Super Santai
Buat Sobat INFORMA yang suka maraton serial atau nonton bola, sofa recliner bikin waktu santai makin maksimal. Sandaran dan pijakan kaki bisa direbahkan sesuai posisi paling nyaman.
Perhatikan jarak dari dinding saat menata recliner, karena sandaran butuh ruang sekitar 30 cm ke belakang saat direbahkan. Model wall-hugger bisa jadi pilihan kalau ruangannya terbatas.
5. Sofa Kulit 3 Dudukan sebagai Statement Piece Ruang Tamu
Sofa kulit memberi kesan elegan dan profesional, pas untuk ruang tamu yang sering menerima tamu penting. Permukaannya juga mudah dilap, jadi noda tumpahan minuman nggak bikin panik.
Dengan perawatan yang tepat, sofa kulit justru makin cantik seiring waktu. Padukan dengan bantal kain bertekstur untuk menyeimbangkan tampilan dan menambah kesan hangat.
Cara Merawat Sofa agar Awet Bertahun-tahun

Kunci merawat sofa adalah membersihkannya rutin setiap minggu, segera menangani noda, dan menjauhkannya dari sinar matahari langsung. Kebiasaan sederhana ini bisa bikin sofa tetap nyaman dan cantik jauh lebih lama.
Sedot Debu Seminggu Sekali
Gunakan vacuum cleaner dengan kepala sikat lembut untuk mengangkat debu, remah makanan, dan bulu hewan dari sela dudukan. Debu yang menumpuk bisa membuat kain kusam dan memicu tungau.
Tangani Noda Secepatnya
Serap tumpahan dengan kain bersih dengan cara ditepuk, bukan digosok, agar noda tidak melebar. Untuk kain, pakai campuran air hangat dan sabun lembut, lalu uji dulu di bagian yang tersembunyi. Untuk sofa kulit, cukup lap dengan kain lembap lalu keringkan.
Rawat Kulit dengan Conditioner
Sofa kulit asli sebaiknya diberi leather conditioner setiap 6โ12 bulan supaya tetap lembap dan tidak retak. Hindari cairan berbahan alkohol atau pemutih karena bisa merusak lapisan kulit.
Hindari Sinar Matahari Langsung
Paparan sinar matahari terus-menerus bisa memudarkan warna kain dan membuat kulit kering. Letakkan sofa sedikit menjauh dari jendela atau pasang tirai tipis untuk menyaring cahaya.
Balik dan Tepuk Bantal Dudukan
Kalau bantal dudukan bisa dilepas, balik dan tukar posisinya setiap satu atau dua minggu agar busa kempis secara merata. Tepuk bantal sandaran supaya bentuknya tetap mengembang.
Pertanyaan Seputar Sofa
Memilih sofa sebenarnya nggak rumit asal Sobat INFORMA mulai dari ukuran ruangan, lalu menyesuaikan jenis, bahan, rangka, dan busa dengan kebiasaan sehari-hari. Dengan perawatan rutin, sofa pilihanmu bakal tetap nyaman jadi tempat kumpul keluarga selama bertahun-tahun. Yuk, temukan sofa impianmu di toko INFORMA terdekat atau di informa.co.id, karena di INFORMA #pastiketemu!





















































